PAKU DI PAGAR

Ada seorang gadis kecil yang berwatak buruk, ibu gadis itu memberikannya sekantung paku dan memerintakannya untuk menancapkan paku itu ke papan setiap kali ia marah.

Hari pertama, gadis kecil itu menancapkan 37 paku ke pagar, namun beberapa minggu kemudian ia mulai bisa mengendalikan dirinya-jumlah paku yang ia tancapkan ke pagar semakin berkurang, ia pun menyadari lebih mudah menahan amarah dari pada menancapkan paku ke pagar

Akhirnya, tibalah saat di mana gadis itu bisa menguasai dirinya dan tidak perna marah lagi. Ia lalu menceritakan hal ini kepada ibunya, sehingga sang ibu menyarankan agar ia sekarang mencabut paku dari pagar setiap kali ia bisa menguasai amarahnya.

Setelah lewat 5 hari gadis itu melapor kepada ibunya bahwa semua paku yg ia tancapkan sudah di cabutnya, kemudian sang ibu menggandeng tanggan anaknya ke pagar dan berkata “ kau sekarang telah berprilaku baik, nak, tapi lihat lubang-lubang di pagar itu. Pagar itu tidak akan perna sama seperti dahulu, sewaktu kau marah-marah. Kata-kata yang kau ucapkan mentebabkan luka persis seperti lubang-lubang dip agar itu”

Kau dapat menusuk pisau ke tubuh seseorang lalu mencabutnya, beberapa kata maaf tak jadi masalah, namun luka itu akan tetap tertancap  luka yang di akibatkan lisan mu seperti luka tusukan itu.

Sesunggunya teman adalah mutiara yang sangat berharga mereka membantu mu tersenyum, mendorong mu agar sukses, mendengar keluh kesah mu.

Kau adalah cinta ku dan aku merasa terhormat memilih mu, jadi tolong maafkan aku, bila aku perna meninggalkan lubang di hati mu

NILAI SEBUAH WAKTU

Keriiiingg,,,, keriiinnggg duk,,duk,, jes,,joss,,, jisss,,
udah ah gue cape jangan paksa gue buat ngucap,
ngucap apaan MOL?

gakk,,gakk,,gakk,, kuat sumpah, suasana uda nggak kondusif!! sekali lagi gue ulang biar percaya klo suasana disini udah nggak kondusif Sumpah udah nggak kondusif…!! O_o
Jadi,  kemarin gue hadir dalam suatu forum sebut aja forum suka-suka atau apalah itu nama forumnya, suka-suka lo aja deh yang baca (sakin nggak kondusif jadi cewoott dlm hati) tapi gue tambah cewoott klo lo baca nya nggak di #renungin (sok ngancem :p)

 
Jadi penyebab itu forum nggak kondusifnya cuma gara-gara kata WAKTU nggak tau deh itu jenis makanan atau minuman apa?? Oke,, oke, kita fokus lagi, kembali ke WAKTU emang sih klo udah bicara waktu udah ribett,, jadi sekarang gue mau nulis tentang WAKTU sekali lagi, gue ulang biar bacanya di renungin gue mau nulis tentang WAKTU.


Are you ready!!!

Jadi buat mamehami waktu, pahami dulu makna WAKTU di bawa ini,,, (pada nggak sabar nya,,, B) )
Untuk memahami nilai waktu dalam SATU TAHUN tanyalah sama murid yang nggak naik kelas
Untuk memahami nilai waktu dalam SATU BULAN tanyalah sama ibu yang melahirkan bayi premature
Untuk memahami nilai waktu dalam SATU MINGGU tanyalah sama editor sebuah Majalah Mingguan
Untuk memahami nilai waktu dalam SATU JAM tanyalah sama seseorang yang hendak di temui kekasihnya
Untuk memahami nilai waktu dalam SATU MENIT tanyalah sama orang yang ketinggalan kereta api
Untuk memahami nilai waktu dalam SATU DETIK tanyalah sama orang yang lolos dari kecelakaan
Untuk memahami nilai waktu dalam SATU MILIDETIK tanyalah sama orang yang memenangkan medali perak dalam olimpiade.

Hargailah setiap detik yang kau miliki!
Dan ingatlah, waktu nggak bisa menunggu siapa pun.
Kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri dan hari ini adalah karunia

Jadi berarti di antara yang berarti

AKU ADALAH PUSAT JAGAD RAYAKU

jreeeengg

Helloooo,,,

kali ini gue mau nulis tentang esensi makhluk (ciee,, dlm hati sok filsuf :p )

jadi, bacanya santai dan #renungkan ya B)

Aku tidak hidup di sini sendiri…..

setiap gerak yang ku perbuat menimbualkan riak di samudra orang lain..
setiap nafas yang kutarik memperngaruhi udara di sekelilingku
setiap kata yang ku ucap di dengar orang.

 

Apa yang aku sentuh akan di dengar orang, apa yang kulakukan akan mempengaruhi orang lain dan apa yang aku tidak lakukan juga akan berpengaruh pada orang lain.

KITA TIDAK PERNAH TAU??
Sejaumana jangkauan kata yang kita ucap
Atau perbuatan yang kita lakukan sampai
pengaruhnya kembali kepada kita.

Dan Memang Selalu Demikian
SEMUA HAL DALAM KEHIDUPAN MEMBENTUK LINGKARAN
baik kita melihat ataupun tidak.
tulisan sebelum bulan puasaa mohon maaf lahir dan batin ya. B)

SHORT MOVIE – BLACK HOLE

IDE cerita : suatu keanehan di mesin foto copy hingga bisa mengeluarkan kertas dengan lubang hitam , yang malah membuat serakah si penemu lubang hitam tadi. ide yang sangat imajinatif dan memiliki nilai tersendiri dari segi pemikiran, suatu hal konyol yang sanat menarik .

KONSEP :  sangat amat sederhana namun mampu menyampaikan sebuah pesan yang sangat baik , pesan untuk tidak menjadikan diri kita menjadi Tamak karena sesuatu yang kita dapatkan.

Jenis Pengambilan gambar  dalam film ini

  • The deskriptif Sintagma (urutan menggambarkan satu saat).
  • The bracketing syntagm (montage of brief shots)
  • The Sintagma (dua sekuens bergantian)
  • The paralel Sintagma (montase dari motif)

Pengambilan gambar konvensional (size shoot ):

  • · Long shot à diambil penuh, diberi sedikit space kosong
  • · Medium full shot à ¾ objek : lutut ke atas
  • · Full shot à seluruh badan.
  • · Extreme close up à Spesifik; mata, mulut

dan beberapa angle cam yang variatif,

AUDIO :

  • Diegetic sound : berasal dari sumber saat adengan berlangsung·
  • Bleed over : suara yang muncul saat adegan berikutnya atausebelumnya·

EDITING

*tehnik editing luar bisa, dengan sedikit efek mask yang jadi terlihat nyata.
* coloring sangat baik ,

  • Kualitas video rendering yang  bagus dan melewati beberapa tahap convert membuat kualitas gambar menjadi menurun .
  • Color correction (pewarnaan gambar dalam editing) di sesuaikan dengan adegan dan membuat pesan gambar lebih mudah di mengerti.
  • Pemakaian latar layar  dengan format widescreen membuat film ini terlihat eperti film – film layar lebar

Penyusunan RUU Konvergensi Telematika Harus Dihentikan!!

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada hari Rabu, 20 Oktober 2010, menggelar konsultasi publik Rancangan Undang Undang (RUU) Konvergensi Telematika di Jakarta. RUU ini dimaksudkan sebagai respon atas perkembangan yang pesat di bidang Telematika (Telekomunikasi dan Teknologi Informasi). Sekilas RUU Konvergensi Telematika ini terlihat baik-baik saja.

Namun bila kita telisik lebih dalam, RUU ini sangat memprihatinkan. Keprihatinan pertama, adanya reduksi hak warga negara menjadi sekedar hak sebagai konsumen produk telematika. Hal itu nampak tidak adanya secara explisit pasal mengenai hak warga negara atas pelayanan universal layanan telematika. Di dalam Pasal 38 draft RUU Konvergensi Telematika memang disebutkan mengenai kewajiban negara untuk membangun pelayanan universal. Tapi di dalam RUU itu tidak disebutkan apa yang menjadi hak warga negara bila kewajiban negara itu tidak dilaksanakan. Akibatnya, hak warga negara untuk menikmati layanan dasar telematika ini akan mudah dilanggar dalam praktiknya.

Kewajiban pelayanan dasar telematika adalah kewajiban penyediaan layanan telematika agar masyarakat, terutama di daerah terpencil atau belum berkembang, mendapatkan akses layanan telematika.

Dari sini jelas bahwa dalam RUU ini telah mereduksi hak warga negara, yang didasarkan atas kontrak sosial, sekedar menjadi hak konsumen, yang didasarkan atas hubungan transaksional. Liberalisasi pasar dengan melemahkan peran negara dalam melindungi warganya terasa menjadi ruh dalam RUU ini.

Keprihatinan kedua, meskipun terdapat pasal mengenai perlindungan konsumen, lembaga yang selama ini gigih dalam melakukan advokasi terhadap hak konsumen seperti YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) tidak dilibatkan dalam konsultasi publik RUU ini. Kuat dugaan bahwa pasal perlindungan konsumen yang terdapat dalam RUU Konvergensi Telematika ini hanya basa-basi atau lip service saja.

Tidak partisipatifnya penyusunan UU yang mengatur teknologi informasi sebelumnya juga terjadi pada penyusunan UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik). Dalam pembahasan RUU ITE menjadi UU tidak melibatkan kelompok masyarakat sipil yang bergerak di isu HAM. Akibatnya setelah UU ITE itu diberlakukan, beberapa warga negara menjadi korban pasal karet pencemaran nama baik yang terdapat dalam UU ITE.

Keprihatinan ketiga, ketidakjelasan irisan RUU Konvergensi Telematika dengan UU yang terkait dengan TIK (Teknologi, Informasi dan Komunikasi) lainnya. Irisan RUU ini dengan UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) misalnya, sangat tidak jelas. Hal itu dikarenakan di saat bersamaan UU ITE juga sedang dalam proses revisi, dan draft revisi dari UU ITE tersebut belum atau tidak diketahui oleh publik hingga press release ini ditulis.

Terkait dengan hal itulah maka, Satudunia sebagai organisasi yang concern pada persoalan keadilan informasi mendesak pemerintah untuk menghentikan proses penyusunan RUU Konvergensi Telematika selama hak warga negara atas layanan telematika masih direduksi menjadi sekedar hak konsumen. Dan proses penyusunan RUU tersebut bisa dilanjutkan lagi bila sudah ada kejelasan mengenai pasal-pasal yang akan direvisi dalam UU ITE. Proses penyusunan RUU ini pun harus lebih partisipatif, melibatkan sebanyak mungkin unsur masyarakat bukan sekedar pengusaha di sektor telematika.

Kita sebagai mahasiswa komunikasi harus mengawal RUU ini dan jangan sampai disahkandan kita harus prihatin dengan UU ini apabila disahkan…

OCCUPIED – SHORT MOVIE

*Ide cerita : ide cerita ini menceritakan tentang seorang penumpang pesawat yang berusaha untuk  merokok, dengan kemasan ide yang kreatif menjadikan film OCCUPIED sedikit ‘jenaka’ tapi tetap menghibur.

PLOT : suatu kejadian di dalam toilet pesawat

KONSEP : dari semua video yang saya analisa, ini dalah salah satu video yang saya kagumi, karena pada konsep video ini menggunakan bahasa non verbal namun dapat memberikan suatu pesan yang dapat menstimulus seseorang untuk melakukan suatu hal dan berpikir sesuatu.

KARAKTER TALENT :

* Karakter talent yang di visulisasikan seorang wanita yang bangun dari tempat duduknya menuju toilet, dan di dalamnya berupaya untuk dapat merokok tanpa harus ketahuan orang lain dan alarm pesawat berbunyi. Hal ini terlihat dari segala macam peralatan ‘Tempur’ yang di bawanya seperti gunting kuku, lakban, korek dan rokok.

AUDIO :.

  • Backsound instrumen film merileksasi dan membantu membangun karakter dari film ini.
  • Diegetic sound : berasal dari sumber saat adengan berlangsung

JENIS PENGAMBILAN GAMBAR

  • The autonomous shot (e.g. establishing shot, insert)
  • The bracketing syntagm (montage of brief shots)
  • .The scene (shots implying temporal continuity)
  • .The episodic sequence (organised discontinuity of shots)

JENIS PENGAMBILAN GAMBAR KONVENSIONAL :

Extreme close up à Spesifik; mata, mulut

· Close up, close shot à Gambar Wajah

· Big close up à bagian atas alis hingga dagu

· Medium close up à pusar ke atas

· Medium full shot à ¾ objek : lutut ke atas

· Long shot à diambil penuh, diberi sedikit space kosong

EDITING :

  • Pemakaian latar layar dengan bukan format widescreen membuat film ini tidak terlihat seperti film – film layar lebar

 

 


Surat Untuk Presiden


  peraturan yang sehat yang kami mau

 Oleh : Tirta. D 

Wahai presiden kami yang baru Kamu harus dengar suara ini…… ya, siapa sich yang nggak kenal lirik lagu manusia ½ dewa ini yang dirilis pada tahun 2005 oleh iwan fals. Aku sempat terdiam dan terpaku ketika mendengarkan kata demi kata dan lirik demi lirik, perasaan ku pun sempat bergetar ketika mendengar lirik “ Masalah moral, masalah aklah, biar kami cari sendiri. Urus saja moral mu, urus saja akhlak mu, peraturan yang sehat yang kami mau.”

Wahai presiden!!! Apakah kau seperti lirik didalam lagu itu??? Ku harap kau tak seperti itu!! ketus ku.dalam hati.

Tetapi apa yang terjadi saat ini, kasus demi kasus terucuap disudut- sudut  kampus, desa bahkan Negara desas – desus yang bikin ku sakit usus pun terjadi. Organisasi yang mengatas nama kan mahasiswa pun bercuap – cuap bagaikan burung beo, yang semua itu hanya loby – loby politik yang berdasarkan “kepentingan” memang, dunia politik yang penuh dengan intrik – intrik menjadikan aktor – aktornya bintang didalam dunianya. “Aku bosan dengan hal itu!” teriak ku dalam hati.

“Apakah kau bias tidak seperti itu?” Tanya ku dalam hati, seperti orang yang mementingkan kelompoknya sendiri, memikirkan bagaimana membalikan modalkan kuasa, “wahai Presiden Ku yakin pasti kau tak seperti itu, dengan engkau selalau berdasarkan hati nurani”, tegas ku.

MASIH BELAJAR – SHORT MOVIE

IDE CERITA : film ini menunjukan potret demokrasi di negara indonesia saat ini, dengan simbol baju merah-putih yang mencerminkan identitas bangsa. selain itu beragam profesi di visualisasikan dalam film ini seperti adanya seorang aktivis, pengusaha, penegak hukum (polisi), petani, dokter, mekanik sampai pejabat negara namun ketika di tanya DEMOKRASI ADALAH? seorang pejabat negara ingin menjawan di tutup mulutnya dengan uang cepean merah. bakan seorang petani yang ingin mencoba menjawab DEMOKRASI ADALAH ia langsung di bekap oleh penegak hukum (polisi). kemudian anak siswa SD ingin menjawabnya, namun ia tidak sempat menulis jawabannya karna bel sekolah telah berbunyi. ya dari sekian video ini yang saya kagumi sebab, nilai pesan akan video ini sangan nasionalis dan nampak dengan realitas saat ini. selain itu film ini juga menjadi juara di AS pada tahun 2009, kemudian sempat di tayangkan di RCTI pada pertengahan tahun 2010

TEMA : Nasionalisme, Komedi

KONSEP : film ini sangant kreatif, karna ia mampu meapresiasikan cara yang elegan untuk memotret kehidupan berdemokrasi di indonesia di mana kesenjangan dan kemiskinan masih menghiasi kehidupan kita.

JENIS PENGAMBILAN GAMBAR :

The deskritif Sintagma ( Urutan menggambar satu)
The bracketing syntagm
The Sintagma ( dua sekuens bergantian )
The Paralel sintagma

PENGAMBILAN GAMBAR KONVENSIONAL (Size Shoot) :

Long shoot
Medium full shoot, dari lutut ke atas
Full Shoot
Ektrem Close Up

AUDIO :

Diegetic sound : Bunyi berasal dari sumber adegan yang sedang berlangsung
back sound yang memperkuat adegan menjadikan film ini enjoy untuk di pertontonkan

EDITING :

Kualitas visual baik, dengan format widescreen film ini terlihat seperti layar lebar.

Tirta Darmantio

Referensi :

Acting hand book penerbit REKAYASA SAINS

http://kuliahkomunikasi.blogspot.com/2009/01/metode-analisis-film-menggunakan-teori.html

Aku Memulainya

 

Hellooooo,,

Setelah gue nulis Mengingat (Mu) Dengan Sebuah Karya, sekarang gue mau nulis tentang satu kejadian yang mudah-mudahan menjadi motivasi. #Ceritamol

yups, ada seorang arab yang ingin mengunjungi temennya di suatu kota yang sangat jauh letaknya *beh,, jauh kayanya ta*. Orang arab ini sangat miskin bahkan terlalu miskin untuk menempuh jarak rumah temannya, namun ia memutuskan untuk berjalan kaki.

Perjalanan ini memakan waktu berminggu-minggu karena ia harus melintasi gurun pasir, mendaki gunung dan menyeberai sungai. akhirnya, ia sampai ke rumah temannya yang menyambut dengan hangat dan kagum.

“Bagaimana Kau bisa menempuh perjalanan sejauh ini?” tanya temanya lalu si orang arab menjawab “AKU MEMULAINYA”

Seringkali bila kita dihadapi suatu tugas yang nampak sulit, lama, dan tidak menyenagkan selalu kita bertanya pada diri kita bagaimana cara mengatasinya?

dengan Ilustrasi cerita di atas berharap dapat memberikan sedikit motivasi,  jika suatu saat nanti di hadapkan pada mu tugas yang menuntut mu, menguras waktu mu atau menyulitkan mu, janganlah membuatnya menjadi semakin sulit utuk kita mengerjakannya. TIDAK ADA JALAN LAIN UNTUK MENCAPAI HASIL KECUALI DENGAN MENGERJAKAN. Maka mulailah untuk mengatakan “AKU MEMULAINYA” pada aktifitas /tugas yang membuat kita agak sedikit malas. Selesai.

JADI BERARTI DI ANTARA BERARTI

MENGINGAT (Mu) DENGAN SEBUAH KARYA

Helooo,,, Sob

Kali ini gue mau sher tentang #Ceritamol begini ceritanya 🙂

Temen gue yang satu ini dan doi bisa mengedit luar dalem loh. nah loh, apa tuh ta luar dalem?

Pantengin terus ya….

Ya, namanya Lukman Hakim biasa di panggil “kimo” gue kenal dia dari pas kuliah, waktu gue mau mulai nulis nggak tau kenapa tiba-tiba gue inget sama karyanya,   jadi gue tulis aja deh

EMANG KARYA APAAN TA?

Ya, pertama kali kimo nunjukin hasil karyanya photo dia lagi berekpresi memandang langit dan punya sayap gitu (kok, bisanya dalaem hati gue bertanya?), nah gue mulai sering nginep di tempatnya (rental kimo) ngobrol sampai subuh membicarakan konsep design-design, pengalaman hidup dan bahkan perna bermimpi membuat usaha bersama, oalah hampir saja lupa satu lagi cwo yang berperawakan mungil, bergaris wajah kasar dan berambut keribo. Heemm ya, Benar dia adalah Ranov Siska.

Awalnya gue nggak perna tau photoshop, cara buat vector, bikin-bikin film bahkan gue perna berpikir gue salah mengambil fakultas, sebab yang gue ambil Fakultas Komedi hehe. Ya, fikom di salah satu perguruan tinggi swasta di jak-bar, Loh kok bisa ta?

Ya, perna terlintas di bena gue karna nggak relevan dengan realitas di lapangannya, dan perna gue di Tanya sama dosen “kenapa masuk jurusan broadcasting” gue jawab “kecelakaan pak” temen-temen sekelas dan pak dosen bertanya-tanya ko bisa?  Gue jelasin aja deh kaya tadi. Ok balik ke EMANG KARYA APAAN TA?

Sebuah video yang berdurasi 3’38 yuk di liat video-nya….. :p

Nah, itu karya video yang mengingatkan gue sama kimo. sekian dari gue

JADI YANG BERARTI DI ANTARA YANG BERARTI = MANFAAT

FOLLOW ME @tirtadarmantio